Gunungkidul -- Pemerintah pusat sangat serius menangani masalah stunting. Karena masalah stunting kalau tidak diprioritaskan untuk ditangani akan menghambat kemajuan bangsa. 

Stunting atau pertumbuhan anak yang kurang gizi, saat dewasa nanti akan mengalami banyak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Tanda  stunting, tubuh pendek pada anak balita, dan akan nampak pada saat umur 2 tahun. 

Wujud serius Pemerintah Pusat untuk mengatasi stunting, staf khusus wakil presiden dan Kepala BKKBN Pusat, menghadiri acara Roadshow Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting Dalam Rangka Hari Ibu Tahun 2023. Bertempat di Pendopo Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (27/11/2023).

Dalam kesempatan itu Bupati Gunungkidul, H. Sunaryanta, mengatan baru 5 tahun ini masalah stunting muncul. Seandainya muncul 20 tahun yang lalu mungkin saat ini masalah sudah bisa diatasi.

"Kita harus optimis bisa menekan angka stunting di wilayah Gunungkidul. Pemberdayaan kaum ibu, khususnya dasa wisma, ibu-ibu PKK, harus terus mengedukasi warga agar sadar akan pentingnya gizi terhadap anak-anak, terutama yang masih usia balita," kata H. Sunaryanta saat memberi sambutan.

Staf Khusus Wakil Presiden, Gatot, sangat bangga dengan terbentuknya Kader-kader di setiap kalurahan hingga dusun untuk mendampingi warga yang mempunyai anak balita agar mengetahui pentingnya makanan bergizi. 

"Usaha kita untuk mencegah stunting saat ini, baru akan nampak hasilnya 18 tahun yang akan datang. Dan saat itu akan tercipta  Indonesia emas," kata Gatot dihadapan para ibu-ibu perwakilan  kader dari seluruh Kapanewon yang ada di Gunungkidul.

Sementara itu, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, menghimbau agar para kader selalu mengingatkan atau mencegah perkawinan diusia dini. Karena dari pernikahan yang belum cukup umur, belum juga cukup pengetahuan tentang gizi pada anak yang akan lahir nanti. Dengan begitu stunting bisa dihindari.

Dalam acara itu dihadiri selain Bupati juga Sekda. Gunungkidul, Panewu Semanu dan tamu undangan yang lain.
(Sumarja S)