Bantul - Beberapa utusan dari DPW dan DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia Yogyakarta, berikan motifasi terhadap keluarga terduga yang saat ini menjalani proses di Polres Kulonprogo. 

Dengan menurunkan beberapa orang perwakilan, langsung berkunjung ke keluarga terduga yang beralamat di Padukuhan Terong, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu, (02/12/2023). 

Menurut keterangan Riyadi, selalu koordinator tim bahwa, pihaknya diterima dengan baik oleh anggota keluarganya, terutama sang istri terduga. 

"Pada hari ini kami berhasil berkunjung ke kediaman terduga dan bertemu oleh sang istri terduga beserta anggota keluarga lain. Tujuan kami adalah mengemban amanat dari ketua DPW Ikatan Wartawan Indonesia Yogyakarta, Anton Nurcahyono, jika keluarga harus diberi motifasi apalagi anggota keluarga yang masih berusia dibawah umur, agar tidak terjadi tekanan mental atau mendapat bulying dari rekan - rekanya," Papar Riyadi. 

Dalam kesempatan terpisah, Gunawan selalu OKK di DPW, meminta agar DPW segera mendesak pihak DPP melalui ketua umum segera melakukan pendampingan hukum terhadap terduga, dengan maksud agar selesai. 

"Saya minta kepada ketua DPW IWO-I Yogyakarta, bung Anton Nurcahyono, segera koordinasi kepada pusat, terkait bantuan hukum terduga, agar tidak berlarut-larut," Pinta Gunawan. 

Anton Nurcahyono, ketua DPW mengapresiasi baik usulan dari OKK maupun anggota yang bersedia mengunjungi anggota keluarga terduga. 

"Terimakasi atas usulan bidang OKK dan akan segera saya koordinasikan kepada DPP, untuk saudara yang telah berkunjung ke pihak keluarga terduga, saya berpesan agar jangan sampai keluar dari etika sebagai pendamping. Dengan maksud agar tidak menimbulkan opini atau anggapan yang negatif dari warga Terong khususnya," Kata Anton. 

Di kesempatan yang sama, wakil ketua DPW IWO-I Yogyakarta, menyampaikan kepada anggota DPW maupun DPD IWO-I Yogyakarta, melalui rilis ke WAG. 

"Masalah hukum adalah masalah yang rumit dan seharusnya yang perlu dihindari oleh setiap warga negara, namun jika sudah terlanjur masuk ke ranah hukum tersebut, kita hanya berusaha mencari keadilan yang se adil - adilnya," Tulisnya. 

(Red/Sumarja S)