Gunungkidul, Berdasarkan pantauan tim investigasi beberapa, awak media melaporkan jika kemarau panjang pada, Tahun 2023 ini sangat di rasakan warga khususnya para petani. 

Pasalnya, hujan yang seharusnya turun pada Oktober 2023 ini kenyataanya tidak kunjung datang. Benerpa warga menyampaikan jika sempat hujan gerimis beberapa kali sehingga para petani menabur benih, hingga sempat tumbuh, namun akhirnya mengering atau mati. 

Dari fenomena kemarau panjang ini, selain petani dampaknya juga dirasakan warga masyarakat terkait kelangkaan air bersih di beberapa wilayah di Gunungkidul, DIY.  Sebagian masyarakat masih memerlukan bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satu contoh di Dusun Banyumanik, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul DIY, meskipun sudah ada jaringan pipa air, namun saat ini tidak dapat mengalirkan air bersih. Warga masyarakat harus mengandalkan beli melalui armada tanki dengan kisaran harga Rp110.000 hingga Rp130.000;

Dari sini, dapat disimpulkan jika sebagian warga masyarakat masih memerlukan bantuan air bersih, dari pihak dinas terkait atau pihak laiin. 

Disamping itu, kebutuhan makanan ternak akibat kekeringan ini juga dapat di bilang sangat langka. Khususnya di wilayah Gunungkidul ini, banyak warga yang memiliki ternak seperti sapi dan kambing harus menggunakan makanan ternak alternatif atau beli mendatangkan rumput dari luar wilayah. Warga masyarakat yang memiliki ternak tersebut, banyak yang menjual dengan tujuan agar beban anggaran untuk memberi makan ternak dapat berkurang. 

(Red/Supadiyono)