Gunungkidul -- Pada akhir tahun ini bahan baku oleh-oleh khas gunungkidul,  langka.Para pelaku usaha terpaksa mendatangkan bahan baku dari luar daerah,dengan harga yang tinggi.  Hal tersebut disampaikan oleh salah satu warga yakni Nyanyang (38) pemberdaya usaha kecil menengah di wilayah Ngestirejo, Tanjungsari, Gunungkidul DIY, kepada awak media pada Rabu,(27/12/2023).

Kepada awak media menyampaikan jika kelangkaan tersebut diakibatkan kurangnya lahan penyedia bahan baku dan besarnya permintaan pasar pada periode akhir tahun ini.

"Menjelang Nataru, bahan baku para pengusaha terpaksa mendatangkan dari luar daerah, seperti Banjarnegara, dan daerah lain meskipun harga terlalu tinggi," kata Nyanyang.

Lebih lanjut pihaknya berharap agar pemerintah gunungkidul melalui dinas terkait untuk kedepanya memberi pembinaan, suport atau hal lain agar para pengusaha kecil menengah yang berbahan baku lokal seperti singkong, jagung dan yang lainya bisa terus eksis.

Diketahui jika saat ini yang langka adalah bahan pokok untuk pembuatan Patilo atau Patolo, dari bahan singkong. Pada periode tahun ini memang di gunungkidul mengalami krisis pertanian dikarenakan yang seharusnya sudah memasuki musim hujan namun ternyata hujan tidak kunjung turun. Dari sini memicu berbagai masalah baik bahan baku untuk pembuatan oleh-oleh khasnya maupun kelangkaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, di beberapa titik di Gunungkidul,(red)

"Jika dukungan atau suport dari pemerintah ini terus dilakukan, tentu saja akan berdampak peningkatan ekonomi pada warga, pemerintah jangan memandang sebelah mata," pungkas Nyanyang.

Warg lain yang berdampak langsung sebagai pengadaan bahan baku pun merasa kesulitan, dimana pengabilan di luar wilayah juga harus komunikasi ada dan tidaknya bahan yang akan di ambil.

"Sebelumnya saya menanyakan ketersediaan bahan barang yang akan saya ambil, toh harga melambung tinggi," kata Surat (36) 

(Red/Supadiyono)