Gunungkidul, Suaradjogja.co -- Crah agawe bubrah rukun agawe santoso, begitu pepatah jawa mengatakan, ini merupakan filsafat yang langsung di implementasikan dalam budaya bersih desa (rasulan) di dua dusun di kel kedungkeris yaitu dusun Pringsurat dan dusun Kedungkeris.

 Melalui kebersamaan ini diharapkan menjadi  pola hidup bermasyarakat  yang berbudaya dlm membangun  guyub rukun dalam keseharian di setiap keluarga.

 Dalam acara bersih dusun yang diadakan panitia Kedungpring Nyawiji ( Kedungkeris Pringsurat dadi siji ) membuat event bertajuk, pawai Gunungan, pagelaran wayang kulit, pentas seni Jathilan dan pentas drama Ketoprak
Gelar Budaya ini digarap oleh kepanitia kedua dusun yang di pimpin oleh Tri Widodo di mulai dari hari Minggu hingga Senin (9 -10) Juni 2024.

 Harapan dan tujuan  diadakan rasul bersama dengan gelar budaya adalah, melestarikan budaya dan Tradisi Rasulan setiap tahun.

Dengan Rasulan, melakukan doa bersama kepada Tuhan melalui kendurian memohon agar kedua dusun terbebas dari bencana atau petaka. Selain itu, berharap pembangunan semua bidang di dua dusun tersebut dapat semakin berkembang.

Tujuan lain adalah, menumbuhkan & mengembangkan minat serta  bakat dalam bidang seni dan budaya serta memupuk kebersamaan dan guyub rukun  dalam bermasyarakat dan sebagai ajang rekreasi relaksasi masyarakat dalam menciptakan dan mempertahankan seni budaya lokal berbentuk hiburan.

Acara ini bisa terlaksana karena perpaduan tekat masyarakat dalam membangun dusun masing-masing sehingga tercipta perpaduan semangat dan bersinergi bersama. Semoga semua menjadi berkah antara dusun Pringsurat dan kedungkeris semakin maju dalam pembangunannya.

KedungPring Nyawiji:10/6/2024 _Sumber berita: Tri widodo peliput berita : Ali Sunarwan, S.A.B_

(Edt/Supadiyono)