Bangkalan - Empat korban tewas dalam carok massal di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dibawa ke kamar jenazah RSUD Ratoh Ebuh, Jumat (12/1/2024) malam. Polisi melakukan autopsi jenazah untuk kelengkapan penyelidikan. Suaradjogja.com melansir dari beritasatu.com.

Keempat korban tewas masing-masing berinisial MT, MR, R dan RD.

“Untuk kasusnya sedang diselidiki Satreskrim Polres Bangkalan dengan back up Jatanras Polda Jatim, ” ujar Iptu Sugeng Hariana, Jumat (12/1/2024) malam. 

Hingga saat ini polisi masih terus mendalami motif yang menyebabkan pecahnya bentrokan berdarah ini.

"Motifnya belum diketahui. Kami masih gali data di lapangan. Adapun untuk korban berasal dari Desa Larangan," imbuh Sugeng.

Polres Bangkalan melakukan penjagaan ketat di areal rumah sakit saat autopsi berlangsung. Warga yang tidak berkepentingan diminta untuk menjauh dari kamar jenazah.

Sebelumnya, carok massal sekelompok pria yang terjadi di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur sempat direkam warga. Video saling hunus menggunakan celurit ini bahkan direkam dari jarak sekitar 10 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

Akibat peristiwa ini, empat pria tewas terkapar di lokasi kejadian.


Mengutip dari Jatimnow.com.

Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan kejadian bermula saat pelaku hendak menghadiri tahlilan di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.


"Saat itu pelaku berdiri di tepi jalan dan korban melintas berboncengan menggunakan motor dengan cukup kencang," ujarnya, Sabtu (13/1/2023).

Tersinggung dengan motor yang bersuara keras itu, pelaku lalu menegur korban. Korban yang tidak terima ditegur lalu memukul pelaku dan menantang pelaku untuk berduel.

"Pelaku yang tidak terima lalu kembali kerumahnya untuk mengambil celurit dan di saat yang sama ia bertemu dengan saudaranya. Lalu mereka berdua mendatangi TKP," imbuhnya.

Setelah keduanya kembali ke TKP, mereka sudah ditunggu oleh korban dan beberapa rekannya. Di tempat itulah kemudian para pelaku dan korban berdua. 

"Tadi malam kami sudah lakukan evakuasi dan utopsi keempat korban di RSUD Syamrabu Bangkalan. Saat ini kami masih dalami kasus itu," pungkasnya.

Adapun identitas para korban meninggal yakni MT, MA dan N merupakan warga Desa Larangan Timur sedangkan H merupakan warga Kecamatan Banyuates Sampang namun berdomisili di Desa Bumi Anyar. 

(Redaksi)