Gunungkidul --  Dugaan tindak asusila atau mesum yang dilakukan oleh oknum guru di salah satu sekolah di Kapanewon Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul, DIY, menuai kecaman berbagai pihak. 

Menurut informasi yang beredar, kejadian tindakan mesum dilakukan dilingkungan sekolah, yakni pada hari Selasa, (16/01/2024), saat itu dipergoki salah satu murid di sekolah tersebut. 

Kasus tersebut berbuntut desakan wali murid agar dua oknum guru tersebut agar segera dipecat.

Kepala Sekolah SD setempat, JAN mengakui adanya informasi tersebut. Meski demikian, ia mengaku tidak mengetahui kronologi tindakan yang dilakukan oleh E dan N.

"Saya mendengar kabar dari Komite dan wali murid pada Minggu (21/1) lalu,” ujar kepala sekolah, Rabu (24/1/2024) siang, dilansir dari Sorot.co.

Sejalan dengan desakan yang ia terima dari Komite dan wali murid, ia langsung berkoordinasi untuk mengagendakan pertemuan dengan pihak Dinas Pendidikan Gunungkidul. 

Saya juga menentang tindakan dugaan perselingkuhan itu. Untuk itu saya langsung menyegerakan pertemuan dengan Dinas Pendidikan agar segera diusut,” ujar kepala sekolah.

Kemudian, tim dari Dinas Pendidikan Gunungkidul mendatangi sekolah guna mengumpulkan keterangan dari para saksi pada Senin (22/01).

JAN juga sedikit menceritakan informasi yang diperoleh dari berbagai pihak. Ia menjelaskan bahwa tindakan asusila itu diduga dilakukan selepas jam ekstrakulikuler karawitan. Kala itu guru mengajar ekstra sedang berhalangan dan izin pulang lebih awal.

Saat itu anak-anak dipesan oleh guru ekstrakurikuler untuk memberi tahu orang tua wali melalui WhatsApp agar dijemput lebih awal yang nantinya disebar di grup WA melalui pesan dari N.

Kemudian anak-anak nyamperin N di ruang guru. Sudah ngetok-ngetok tapi tidak ada respon, kemudian anak-anak masuk dan melihat N dan E melakukan tindakan tidak senonoh, lalu anak-anak kembali ke ruang karawitan,” terangnya.

(Redaksi)